BEAS BEUREUM Inovasi Kota Bandung Turunkan Angka Stunting


Stunting atau kekurangan asupan gizi dalam jangka waktu lama sehingga menyebabkan terganggunya pertumbuhan anak-anak telah menjadi isu nasional yang harus segera diselesaikan bersama. Salah satu faktor stunting adalah asupan makanan bergizi yang kurang pada masa pertumbuhan anak-anak.
 
Program Bekal Anak Sekolah Bergizi, Enak, dan Murah (Beas Beureum) merupakan inovasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung untuk menekan angka stunting di Kota Bandung yang cukup tinggi,” ujar Kepala Dinkes Kota Bandung, Rita Verita pada acara Sosialisasi “Beas Beureum” kepada Kepala UPT Puskesmas, SD, SMP, dan SMA se-Kota Bandung. Selain sosialisasi, ada juga simbolisasi penyerahan kotak bekal makan “Isi piringku” dari Kementerian Kesehatan RI kepada perwakilan kepala sekolah.
 
“Beas Beureum” merupakan bagian dari aksi cegah stunting dan sesuai dengan salah satu capaian Sustainable Development Goals (SDGs), yakni mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan perbaikan nutrisi, serta menggalakan pertanian yang berkelanjutan. Melalui program “Beas Beureum”, masyarakat akan mendapatkan edukasi dan bisa berpartisipasi aktif untuk menyediakan bekal makan siang bergizi seimbang bagi anak-anak sehingga dapat menurunkan angka stunting.
 
Lebih lanjut, Rita menjelaskan menurut data Pemantauan Status Gizi (PSG) tahun 2017 Kota Bandung memiliki persentasi stunting sebesar 25,8%. Hal ini menurut Rita disebabkan faktor dari multisektor sehingga penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan Dinkes saja.
 
Faktor-faktor yang dapat memengaruhi anak mengalami stunting di antaranya pengetahuan masyarakat tentang gizi seimbang kurang, harga makanan bergizi tidak terjangkau, serta sulitnya akses air bersih di masyarakat.
 
“Makanan bergizi tidak harus yang mahal, yang penting bergizi. Anak-anak harus diberi makanan kaya nutrisi dan yang paling baik adalah ikan. Usahakan anak-anak makan ikan,” jelas Rita.
 
Selaras dengan Rita, Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana yang turut hadir pada sosialisasi tersebut menyambut baik program “Beas Beureum” ini. Menurutnya, orang tua harus membiasakan anak-anak membawa bekal yang sehat serta tidak membiasakan anak-anak jajan di pinggir jalan karena masalah kebersihan dan kandungan gizi yang diragukan.
 
“Saya mengajak masyarakat Kota Bandung untuk melaksanakan Beas Beureum karena program ini bertujuan untuk membudayakan makanan sehat setiap hari sehingga dapat terjadi perubahan pola makan menjadi sehat yang pada akhirnya akan menekan angka stunting,” pungkas Yana.
 
Program Beas Beureum yang akan diluncurkan pada 2 April 2019 ini sudah mulai diterapkan di 21 SD yang menjadi percontohan bagi sekolah lainnya. Ke depannya, program tersebut akan diterapkan di seluruh SD, SMP, dan SMA di Kota Bandung.
 
(Humas Dinas Kesehatan Kota Bandung)