Tuberkulosis: “Pandemi” Selain Covid-19

Indonesia menempati urutan ke-2 setelah India dengan jumlah temuan kasus Tuberkulosis (TB) terbanyak di dunia berdasarkan data dari Global TB Record. Sebanyak 845.000 kasus TB dengan 95.000 kematian akibat TB ditemukan di Indonesia. Dari jumlah tersebut, Kota Bandung menempati urutan kedua daerah dengan kasus TB terbanyak di Jawa Barat. Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Bandung, Oded M. Danial pada sambutan virtualnya dalam acara puncak Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) tahun 2021.

“Sekarang kita tidak hanya menghadapi pandemi Covid-19. Masih ada ‘pandemi’ lain selain Covid-19 yang harus ditangani yakni TB,” jelasnya.

Oded menjelaskan tema HTBS tahun ini adalah “Setiap detik berharga, selamatkan bangsa dari Tuberkulosis dengan TOSS TB” yang berarti kita sedang berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan masyarakat dari bahaya TB dengan melakukan tracing dan pengobatan secara tuntas bagi penderita TB. Melalui puncak peringatan HTBS ini, Oded juga mengajak masyarakat untuk ikut serta berperan aktif dalam menurunkan angka kejadian TB di Kota Bandung serta dapat menguatkan komitmen stakeholder multi sektor untuk mendukung program pencegahan TB dan menjadikan TB sebagai isu utama di semua sektor dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Ahyani Raksanagara menjelaskan bahwa setiap 1 jam ada 11 orang yang meninggal karena TB. Oleh sebab itu, peringatan HTBS di masa pandemi ini membuat masyarakat harus lebih empati, sabar, tegar, dan adaptif karena selain Covid-19 ada juga penyakit TB yang mengintai kita.

“Selama pandemi ini kita diwajibkan untuk memakai masker dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Semoga kebiasaan ini juga mampu menurunkan angka TB di Kota Bandung,” jelasnya.

Namun, pencegahan dan pengendalian penyakit TB masih menemukan kendala, seperti stigma terhadap penderita TB yang membuat mereka takut untuk berobat. Ahyani menjelaskan bahwa penyakit TB bukan hanya tentang disiplin minum obat saja, tapi kita juga perlu menghapus stigma pada penderitanya.

“Padahal penyakit TB bukan aib dan bisa sembuh. Maka, penderita TB perlu kita ditemukan dan diobati sampai sembuh,” tambahnya.

Ahyani juga berharap agar semangat masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19 sama dengan semangat untuk menghadapi TB khususnya di Kota Bandung untuk mencapai target eleminasi TB pada tahun 2030.

“Saya ingat pesan dari wali kota Bandung, seberat apapun ujian kita kalau kita ikhlas dan bersungguh-sungguh maka Allah pasti akan menolong. Maka, ayo kita bersungguh-sungguh dan tetap ikhlas dalam melakukan pelayanan demi menurunkan angka TB khususnya di Kota Bandung,” pungkasnya.

Hari Tuberkulosis Sedunia diperingati setiap 24 Maret. Puncak peringatan HTBS tahun 2021 tingkat Kota Bandung diselenggarakan dengan undangan terbatas dan diikuti secara langsung oleh 150 peserta dari Puskesmas dan Rumah Sakit se-Kota Bandung secara online melalui media Zoom Meeting dan Youtube.

(Humas Dinkes Kota Bandung)