Apoteker Harus Terampil Berkomunikasi


 
Komunikasi sangat penting bagi kehidupan kita karena tanpa komunikasi, hidup kita tidak akan berjalan dengan baik. Demikian hal yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Rita Verita ketika membuka acara Seminar Public Speaking dan Farmasi Klinik di Aula Wisma Diklat Bina Marga Bandung, Kamis (20/12/2018).
 
Rita menjelaskan bahwa keterampilan untuk berkomunikasi harus dikuasai oleh tenaga kesehatan seperti apoteker. Hal ini untuk menghindari kesalahpahaman masyarakat dalam menggunakan obat agar obat dapat berefek maksimal untuk mengobati tubuhnya.
 
“Tenaga apoteker ini adalah tenaga yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat sehingga kompetensi dan kualitas apoteker harus terus ditingkatkan termasuk dalam hal keterampilan berkomunikasi,” katanya.
 
Rita menambahkan bahwa dirinya beberapa kali menerima keluhan dari warga terkait petugas apoteker puskesmas yang tidak ramah serta tidak memberikan keterangan yang jelas terkait penggunaan obat kepada pasien. Akhirnya, pasien tidak mengerti cara menggunakan obat dengan benar sehingga obat tidak efektif mengobati tubuh pasien bahkan menimbulkan efek samping. Hal ini, menurut Rita bermula dari komunikasi yang tidak efektif antara apoteker dan pasien.
 
“Melalui seminar ini, para apoteker akan dilatih untuk bisa berkomunikasi dengan baik dan terampil agar masyarakat bisa memahami penggunaan obat secara efektif,” jelas Rita.
 
Tidak hanya bagi apoteker, Rita berharap tenaga kesehatan dari jenis profesi lainpun bisa memiliki keterampilan komunikasi yang baik sehingga mampu lebih baik dalam melayani masyarakat.
 
Terkait hal ini, pemerintah juga sudah mencanangkan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GEMA CERMAT) sejak tahun 2015. Gerakan ini merupakan respon pemerintah dalam menanggulangi fenomena yang terjadi di masyarakat terkait penggunaan obat, seperti menggunakan obat antibiotik sembarangan dan rendahnya tingkat kepatuhan masyarakat dalam mengonsumsi obat sesuai cara dan dosis yang disarankan.
 
“Selain itu, munculnya mispersepsi tentang obat generik bahwa obat generik adalah untuk orang miskin serta pembelian antibiotik di apotek secara bebas,” jelas Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kota Bandung, Herliani Sudardja yang menjadi salah satu narasumber pada acara tersebut.
 
Meski demikian, dokter yang akrab disapa Lia ini menyebutkan bahwa kesalahan tersebut tidak sepenuhnya berasal dari masyarakat melainkan ada sebagian dari pemerintah. Oleh sebab itu, melalui GEMA CERMAT ini ia berharap perilaku masyarakat dalam menggunakan obat bisa berubah lebih baik.
 
“Masyarakat harus terpapar informasi seputar penggunaan obat yang benar melalui sosialisasi langsung oleh agent of change ataupun media massa,” pungkas Herliani.
 
(Humas Dinas Kesehatan Kota Bandung)