Dinkes Dorong Cegah DBD di Sekolah


Sebanyak 375 Kepala Sekolah SDN dan SMPN se-Kota Bandung mengikuti Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Selasa (29/01/2019) di Gedung Serbaguna Bio Farma.
 
Sosialisasi tersebut dilakukan karena hasil laporan kasus DBD di Kota Bandung mengalami peningkatan dari 1.786 kasus di tahun 2017 menjadi 2.826 kasus di tahun 2018. Peningkatan tersebut terjadi karena Kota Bandung memiliki siklus lima tahunan sehingga setiap lima tahun sekali terjadi peningkatan yang signifikan terhadap jumlah kasus DBD dan tahun 2018 merupakan puncak siklus tersebut.
 
Sedangkan pada Januari 2019 terdapat 137 kasus DBD, sekitar 37% pasien DBD adalah anak usia sekolah, yakni anak usia 4-15 tahun. Selain itu, laporan para juru pemantau jentik (Jumantik) menemukan jentik nyamuk banyak ditemukan di bak-bak kamar mandi sekolah-sekolah. Hal ini berpotensi menyebabkan DBD karena nyamuk aedes aegypti yang menjadi perantara penyebaran virus DBD senang berkembang biak di air bersih dan nyamuk tersebut aktif menggigit pada waktu sekolah yakni di jam 8 sampai 10 pagi.
 
“Inilah pentingnya kami mengumpulkan para kepala sekolah agar ada tindak lanjut terkait hal tersebut sehingga kejadian DBD di Kota Bandung bisa ditekan,” jelas Kepala Dinkes Kota Bandung, Rita Verita.
 
Rita juga mengimbau agar setiap sekolah membentuk jumantik dari kalangan siswa agar dapat memantau keberadaan jentik di kamar mandi sekolah. Selain itu, pihak sekolah juga perlu melakukan 3M yakni menguras, mengubur, dan menutup wadah-wadah yang berpotensi menampung air sehingga menjadi sarang nyamuk.
 
“Saya mengimbau agar bak kamar mandi di sekolah secara rutin dikuras setiap hari atau paling tidak tiga hari sekali. Jentik nyamuk akan berkembang menjadi nyamuk dewasa dalam 1-2 hari bila ia ada di air,” kata Rita.
 
Terkait hal tersebut, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengapresiasi baik upaya Dinkes Kota Bandung dalam memberikan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan DBD kepada para Kepala Sekolah SDN dan SMPN se-Kota Bandung.
 
Ia mengajak partisipasi aktif warga untuk menunjuk salah satu anggota keluarganya menjadi Jumantik sehingga program pencegahan DBD dengan Satu Rumah Satu Jumantik dapat terlaksana dengan baik.
 
“Jangan sampai Kota Bandung menjadi tempat kejadian luar biasa (KLB) DBD oleh sebab itu kami meminta dukungan agar kegiatan ini bisa terselenggara dengan baik. Kegiatan ini diharapkan dapat menekan populasi nyamuk di Kota Bandung,” pungkasnya.
 
(Humas Dinas Kesehatan Kota Bandung)