Jelang Pilkada, Dinkes Kota Bandung Adakan Sosialisasi Pengendalian Kesehatan


Dalam rangka mengendalikan kesehatan masyarakat pada acara-acara lokal, nasional, ataupun internasional, Dinas Kesehatan Kota Bandung mengadakan Sosialisasi Upaya Pengendalian Kesehatan pada Event Lokal/Nasional Pilkada Kota Bandung dan Pilkada Jawa Barat pada Kamis (15/03).
 
Sosialisasi dilaksanakan di Ruang Serbaguna RS Hermina Pasteur dengan mengundang Ka-UPT Puskesmas se-Kota Bandung, Kodim 0618 Kota Bandung, Polrestabes Kota Bandung, BPJS, beberapa direktur rumah sakit di Bandung, DKPB, serta stakeholder terkait lainnya sebagai peserta sosialisasi. Acara tersebut resmi dibuka oleh Sekertaris Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr. Nina Manarosana.
 
Sosialisasi ini merupakan antisipasi terhadap peningkatan gangguan kesehatan di masyarakat serta sebagai persiapan menghadapi kemungkinan bencana menjelang acara-acara besar di tingkat lokal dan nasional.
 
“Kita perlu siap-siap jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, misalnya calon tidak menang, kita perhatikan kesehatan jiwanya baik psikis maupun psikomatis. Jadi diharapkan pertemuan ini bisa sebagai persiapan hal-hal seperti itu,” ujar Nina dalam sambutannya.
 
Lebih lanjut, Nina menjelaskan selama pilkada, terjadi peningkatan kasus gangguan kesehatan yang cukup signifikan di masyarakat, terutama yang menyerang kesehatan mental para peserta pilkada.
 
Tenaga kesehatan juga perlu hadir pada setiap tahapan pilkada, mulai dari kampanye sampai penghitungan suara. Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya massa yang sakit atau kelelahan, misalnya karena kurang istirahat ketika melakukan penghitungan suara yang membutuhkan waktu berhari-hari.
 
“Pada pelaksanaan kampanye juga memerlukan tenaga medis karena ada mobilisasi massa dan berpotensi terjadi kelelahan,” ujar Suharti, petugas perwakilan KPU Kota Bandung yang turut hadir menjadi narasumber pada sosialisasi tersebut.
 
Keamanan makanan bagi petugas keamanan maupun warga yang ditugaskan untuk mengawal pelaksanaan pilkada juga perlu diperhatikan oleh tenaga medis. Hal ini disampaikan Kompol dr. Ihsan Wahyudi dari Subbidang Kedokteran dan Kepolisian Polrestabes Kota Bandung.
 
Kerawanan-kerawanan kesehatan lainnya yang membutuhkan kerja sama lintas sektor, yakni apabila selama pelaksanaan pilkada atau acara lainnya terjadi bencana alam, seperti banjir, kekeringan, pencemaran air, udara, dan sebagainya. Oleh sebab itu, instansi kesehatan, keamanan, penanggulangan bencana, dan KPU perlu saling berkoordinasi.
 
Pada kesempatan yang sama, Direktur Rumah Sakit Hermina Pasteur, drg. Mira Dyah Wahyuni menjelaskan bahwa setidaknya ada tiga hal yang perlu diperhatikan bagi tenaga kesehatan selama pilkada, yakni melakukan simulasi disaster plan, melatih tenaga kesehatan dalam mempublikasikan data kesehatan yang diperlukan masyarakat, serta tidak melakukan politisasi kesehatan.
 
“Meski nanti pilihan bermacam-macam, tapi di kesehatan kita harus bersatu,” pungkasnya.
 
(Humas Dinas Kesehatan Kota Bandung)