Bandung dan Taiwan Bekerja Sama Cegah Demam Berdarah


Dinas Kesehatan Kota Bandung bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Chung Hsing University, Taiwan akan melakukan penelitian mengenai Pencegahan dan Pengendalian Dengue di Kota Bandung, Selasa (27/11/2018). Kota Bandung dipilih menjadi tempat penelitian ini karena Kota Bandung menduduki posisi teratas jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di Jawa Barat.
 
“Kami senang dengan adanya penelitian ini karena dari penelitian ini kami berharap agar kasus DBD di Bandung bisa terselesaikan,” kata Sekretaris Dinkes Kota Bandung, Nina Manarosana ketika menyambut para peneliti dari Taiwan tersebut.
 
Lebih lanjut, Nina menjelaskan wilayah Kota Bandung yang memiliki jumlah kasus DBD terbanyak adalah wilayah Buah Batu. Di samping itu, Kota Bandung juga memiliki siklus lima tahunan sehingga setiap lima tahun terjadi peningkatan jumlah kasus DBD. Siklus tersebut terakhir terjadi pada tahun 2013 dan diperkirakan akan kembali terjadi pada tahun 2018.
 
Kepala Seksi Division of Acute Infectious Disease Taiwan, Chu-Tzu Chen menjelaskan bahwa Taiwan dan Indonesia, khususnya Kota Bandung memiliki kesamaan, yakni sama-sama memiliki tingkat DBD yang tinggi. Namun, sejak 2015 Taiwan berhasil menekan jumlah penderita DBD sehingga pada tahun 2017 hanya sekitar 10 kasus yang terjadi.
 
“DBD tidak hanya soal nyamuk, tapi terkait juga dengan mobilitas masyarakat dan ketersediaan fasilitas kesehatan,” tambah Chen.
 
Selain meneliti soal persebaran nyamuk penyebar virus DBD, Chen dan timnya juga akan meneliti tentang perilaku serta jenis virus yang paling banyak menyebabkan penyakit DBD di Kota Bandung. Hal ini guna menjadi rujukan bagi Dinkes Kota Bandung untuk mencari solusi yang efektif dalam menekan angka kasus DBD di masa depan.
 
Guru Besar SITH ITB Prof. Intan Ahmad yang turut hadir pada pertemuan tersebut memaparkan salah satu masalah signifikan di Indonesia adalah partisipasi aktif dari masyarakat.
 
“Saya harap penelitian ini tidak hanya membuat kami mendapatkan data, tapi sekaligus juga mampu mengedukasi masyarakat agar berpartisipasi aktif untuk menekan faktor terjadinya DBD,” pungkasnya.
 
(Humas Dinas Kesehatan Kota Bandung)