Bandung Ikuti Lomba TOGA Tingkat Provinsi


 
Kota Bandung mengikuti Lomba Asuhan Mandiri Pemanfaatan Taman Obat Keluarga (TOGA) Tingkat Provinsi pada Selasa (26/06/2018). Meski rutin diadakan setiap tahun oleh Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) di setiap provinsi, lomba TOGA pada tahun ini dilaksanakan secara nasional oleh Kementerian RI untuk pertama kalinya. Selain Kota Bandung, ada Kota Sukabumi, Kota Bekasi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Ciamis yang ikut bersaing menjadi wakil Jawa Barat pada lomba TOGA tingkat nasional. 
 
Ketua tim penilai Lomba TOGA tingkat Provinsi Jawa Barat, Sarie Meidiawaty menyebutkan setidaknya ada tiga penilaian utama dalam lomba ini, yakni penilaian lintas sektor Organisasi Pemerintah Daerah (OPD), dukungan dan peran stakeholder dalam pemberdayaan TOGA, serta jenis-jenis tanaman obat yang dibudidayakan oleh masyarakat. Kota Bandung saat ini memiliki sekitar 100 jenis tanaman obat yang dibudidayakan di TOGA RW 10 Kelurahan Rancabolang, Kecamatan Gedebage.
 
“Di sini sudah terbentuk kelompok asuhan mandirinya, yakni POMAGATEN (Kelompok Asuhan Kemandirian Pemanfaatan TOGA RW 10) sejak tahun 2014 dan sudah berjalan dengan baik di mana setiap kader membina lima kepala keluarga agar di rumahnya menanam tumbuhan yang bermanfaat bagi kesehatan untuk mengobati penyakit-penyakit ringan,” kata Kepala Dinkes Kota Bandung, Rita Verita.
 
Rita menyebutkan warga yang terhimpun dalam POMAGATEN juga bekerja sama dengan Puskesmas Riung Bandung sejak tahun 2015 yang ikut memanfaatkan tanaman obat untuk mengobati pasien-pasien yang memiliki keluhan dan masih bisa diobati oleh tanaman herbal.
 
Di samping itu, TOGA menjadi salah satu cakupan kegiatan dalam salah satu seksi di Dinkes Kota Bandung, yakni Seksi Pelayanan Kesehatan Primer dan Tradisional sehingga lomba Pemanfaatan TOGA ini berkaitan erat dengan peran Dinkes Kota Bandung. Rita menjelaskan Dinkes Kota Bandung terus aktif mengadakan pelatihan-pelatihan para kader dari masing-masing puskesmas setiap tahun.
 
“Pemanfaatannyapun kami awasi dan jenis-jenis tanaman obatnyapun tetap kami pantau bekerja sama dengan puskesmas masing-masing serta kelurahan,” tambah Rita.
 
Rita berharap Kota Bandung bisa mendapatkan penilaian yang baik pada Lomba TOGA tahun ini dan bisa ditiru oleh wilayah-wilayah lainnya. 
 
(Humas Dinas Kesehatan Kota Bandung)