Cegah Difetri Dengan Imunisasi


Warga bandung, tidak perlu panik menyikapi adanya isu wabah penyakit difteri yang kini sedang banyak terjadi di berbagai daerah. Kota Bandung saat ini bukan daerah yang ditentukan oleh kemenkes untuk dilakukan ORI (outbreak respone immunization)  yaitu imunisasi massal untuk menghadapi peningkatan kasus difteri.
Difteri adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri “Corynebacterium diphtheriae”. Gejala penyakit ini ditandai dengan adanya peradangan pada tempat infeksi ditandai dengan munculnya selaput berwarna putih keabu-abuan. Gejala ini biasanya ditemukan di selaput mukosa faring, laring, tonsil, hidung, dan juga lapisan kulit. Penyakit ini menyebar melalui pernapasan maupun kontak langsung dengan penderita.
Difteri dapat disembuhkan apabila orang yang terjangkit tidak terlambat mendapatkan penanganan. Kunci agar terhindar dari difteri adalah imunitas tubuh yang baik. Oleh sebab itu, kekebalan tubuh perlu diperkuat salah satunya melalui imunisasi.
Imunisasi difteri pada bayi dan baduta (0-11 bulan) dilakukan pada usia 2,3 dan 4 bulan. Selanjutnya, imunisasi dilanjutkan pada usia 18 bulan. Pada saat memasuki usia sekolah dasar kelas 1, anak pun perlu diberi 1 dosis imunisasi DT sebagai rangkaian dari imunisasi terhadap difteri. Imunisasi ini juga dilanjutkan pada saat anak memasuki usia kelas 2 dan 5 sekolah dasar/sederajat.
Di samping itu, penerapan Pola Hidup Sehat Bersih (PHBS) juga perlu dilakukan sebagai upaya sederhana untuk menghindari penyakit difteri. Rajin mencuci tangan serta menggunakan masker ketika sakit dan ketika berada di tempat-tempat kotor atau ramai merupakan contoh penerapan PHBS.
Segera periksakan diri dan keluarga Anda ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mendapati gejala-gejala seperti yang sudah dijelaskan di atas. Salam sehat!
Humas Dinas Kesehatan Kota Bandung