Layad Rawat Sekarang Punya Ambulans Mini ICU


 
Bertepatan dengan ulang tahun ke-1 program Layad Rawat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung melalui Pemerintah Kota Bandung mendapatkan bantuan satu unit mobil ambulans mini Intensive Care Unit (ICU) dan lima unit ambulans motor. Bantuan tersebut berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR) PT Astra Daihatsu Motor dan PT Angkasa Pura II (persero).
 
Mobil ambulans mini ICU tersebut dirancang khusus dengan fasilitas tambahan mirip dengan ICU, seperti EKG, tabung oksigen, ventilator mini untuk membantu pernafasan, automatic external defibrillator untuk memacu jantung dan mengecek kondisi jantung, alat penyedot cairan, serta fasilitas bedah ringan. Penambahan ambulans mini ICU ini akan dipergunakan oleh tim Layad Rawat untuk melayani warga Kota Bandung yang memiliki keterbatasan akses dalam mendapatkan pertolongan ICU selama perjalanan menuju rumah sakit.
 
Banyak warga Kota Bandung yang kesulitan mendapat ruang rawat ICU. Fasilitas ambulans mini ICU ini akan memudahkan pasien mendapatkan penanganan ICU selama mencari ruangan ICU ke rumah sakit,” jelas Kepala Dinkes Kota Bandung, Rita dalam laporannya pada Serah Terima Ambulans Mini ICU dan Ambulans Motor di Pendopo Walikota Bandung, Kamis (26/07/2018).
 
Rita juga menjelaskan selama satu tahun melayani warga Kota Bandung, tercatat ada 31.761 kunjungan terencana dan 1.234 kunjungan tidak terencana yang telah dilakukan tim Layad Rawat. Dari jumlah tersebut, rata-rata yang menggunakan pelayanan Layad Rawat ini adalah lansia berusia di atas 70 tahun.
 
“Jumlah ini membuktikan bahwa layanan Layad Rawat sangat dibutuhkan oleh warga Kota Bandung, khususnya para lansia. Rata-rata pola penyakit lansia itu stroke, hipertensi, dan diabetes, tambah Rita.
 
Di samping itu, Walikota Bandung Ridwan Kamil mengucapkan terima kasih kepada tim Layad Rawat yang selalu siaga membantu warga serta pihak PT Astra Daihatsu Motor dan PT Angkasa Pura II yang telah memberikan tambahan ambulans mini ICU dan ambulans motor. Pria yang akrab disapa Emil ini menjelaskan bahwa layanan sejenis Layad Rawat juga dijalankan oleh RS Al-Islam.
 
Layad Rawat ini dimiliki juga oleh RS Al-Islam versi mereka maka diharapkan RS lain juga bisa mengikuti, kata Emil pada acara tersebut.
 
Emil juga berencana membawa program Layad Rawat ini ke kota dan kabupaten lainnya di Jawa Barat sebagai Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023. Iapun berharap agar ke depannya anggaran kesehatan lebih banyak digunakan untuk program-program preventif daripara program kuratif.
 
(Humas Dinas Kesehatan Kota Bandung)