Percepatan Vaksinasi dan Disiplin Prokes Efektif Tekan BOR

Peningkatan kasus Covid-19 pasca libur Idul Fitri mendorong pemerintah untuk melakukan percepatan vaksinasi Covid-19 agar segera tercapai kekebalan kelompok (herd immunity) serta sebagai upaya menekan Bed Occupancy Rate (BOR). Dinas Kesehatan Kota Bandung terus melakukan vaksinasi massal dengan menambah perluasan sasaran sesuai instruksi pemerintah pusat. Salah satunya melalui vaksinasi massal yang dilakukan TNI dan Polri bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan Dinas Kesehatan Kota Bandung di Grand Ballroom Sudirman, Kamis (10/06/2021).

Kegiatan vaksinasi massal Covid-19 ini dihadiri juga oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan Kepala BNBP, Letjen TNI Ganip Warsito. Vaksin yang disuntikkan kepada peserta vaksin menggunakan vaksin Sinovac.

Sebanyak 20.000 warga sekitar Bandung Raya dari kategori 18-59 tahun dan lansia di atas 60 tahun bisa mendapatkan vaksinasi Covid-19 secara cuma-cuma dengan mendaftar di Polsek dan Babinsa di wilayah domisili. Kegiatan ini berlangsung selama 10-11 Juni 2021.

“Setelah melakukan vaksinasi kita diharapkan tetap menjalankan protokol kesehatan. Jangan beranggapan setelah divaksin kita kebal terhadap virus,” kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang hadir pada pembukaan vaksinasi massal tersebut.

Hadi menegaskan walaupun masyarakat sudah divaksin, protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan seperti menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumuran dan mengurangi mobilitas agar dapat melindungi masyarakat lain dari virus Covid-19.

Pasca Idul Fitri, kasus Covid-19 di Kota Bandung meningkat. Hal ini disampaikan juga oleh Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Pasca arus balik Idul Fitri terjadi peningkatan pertumbuhan covid yang diakibatkan oleh kluster kerumunan, yakni dari pertemuan-pertemuan silaturahmi dan beberapa titik kerumunan. Maka dari itu TNI dan Polri melakukan percepatan dalam kegiatan vaksinasi massal ini.

Listyo juga mengingatkan kembali kepada masyarakat yang merasakan gejala Covid-19 agar segera melapor ke pos PPKM Mikro yang ada di wilayah domisili masing-masing.

“Warga tidak perlu sungkan melapor ke pos PPKM Mikro, sehingga bisa dilaksanakan deteksi lebih cepat dilakukan testing, tracing dan treatment sehingga kita bisa mencegah penularan Covid-19,” katanya.

Di sisi lain, BOR Kota Bandung meningkat setelah libur panjang Idul Fitri. Dari 1500 ketersediaan kasur khusus penangan covid, 1200 kasur sudah terisi, sehingga tingkat BOR di Kota Bandung mencapai sekitar 80%. Hal ini lebih dari ketentuan WHO yang meneyebutkan standar BOR sebesar 60%. Meski demikian pemerintah berupaya untuk menambah ketersediaan kasur unutk penanganan pasien covid.

“Pasca Idul Fitri, semua rumah sakit sudah diarahkan menambahkan 30% pengembangan untuk menambah tempat tidur,” kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kota Bandung, Yorisa Sativa.

Ia menjelaskan saat ini BOR Kota Bandung sudah turun menjadi 78.68% sehingga upaya ini perlu disambut dengan baik, untuk mendorong seluruh rumah sakit rujukan Covid-19 agar tetap berkonsentrasi pada penangan kasus Covid-19 ini.

“Sekarang progresnya sangat baik. Dari beberapa hari terahir setelah berkoordinasi dengan (pemerintah) pusat dan provinsi, semuanya berupaya untuk memperluas lagi tambahan tempat tidurnya. Sampai saat ini dari ketersediaan 1500 tempat tidur khusus covid di 28 RS di Kota Bandung sudah terisi sekitar 1200,” tambahnya.

Yorisa mengimbau jika ada peningkatan kasus, baik di kelurahan maupun kecamatan tetap diarahkan sesuai instruksi pemerintah pusat, yakni dengan peningkatan PPKM skala mikro. Selain didata, juga dilakukan upaya agar masyarakat dapat patuh pada prosedur PPKM.

 (Humas Dinas Kesehatan Kota Bandung)