Ratusan Warga Rusunawa Cingised Rayakan Hari Anak Nasional 2019


Lebih dari 500 warga Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Cingised, Arcamanik, Kota Bandung merayakan Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat, Dinkes Kota Bandung, dan Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat (BKOM) Bandung pada Minggu (08/09/2019).

Peringatan HAN yang jatuh setiap tanggal 23 Juli itu mengangkat tema “Peran Keluarga dalam Membentuk Anak Sehat dan Berprestasi” dengan subtema “Keluarga Hebat, Lingkungan Sehat, Anak Berprestasi”. Peringatan tersebut diselenggarakan serentak di lima titik di Indonesia. Selain di Kota Bandung, peringatan tersebut diadakan secara serentak di Rusun Jatinegara Barat, Rusun Rempoa Jakarta Selatan, Pesantren Al-Amanah Sidoarjo, dan Pesantren Prof. DR. Hamka Padang.

Pemilihan rusun dan pesantren sebagai titik lokasi kegiatan sebab rusun dan pesantren merupakan lingkungan tempat warga tinggal bersama-sama dengan berbagai macam orang sehingga anak-anakpun akan berinteraksi dengan lingkungan yang beragam. Oleh sebab itu diperlukan pengawasan yang lebih terhadap anak-anak khususnya dalam hal pergaulan.

“Di rusun kita punya tata cara yang harus dipatuhi agar bisa hidup dengan nyaman dan tertib, seperti menjaga kebersihan bersama-sama agar terhindar dari berbagai penyakit,” ujar Menteri Kesehatan RI, Nila Moeloek pada sambutannya melalui teleconference pada acara tersebut.

Nila menjelaskan bahwa saat ini masyarakat sedang mengalami perubahan budaya, yang awalnya warga membuang sampah ke kali sekarang harus tertib membuang sampah dan mendaur ulang sampah karena mereka hidup bersama di rusun.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinkes Provinsi Jawa Barat, Berli Hamdani menekankan bahwa para orang tua memiliki kewajiban untuk menjaga anak-anak mereka agar menjadi anak-anak yang sehat dan berpendidikan sehingga mereka bisa memimpin bangsa ini di masa depan.

“Keluarga berperan untuk membentuk karakter anak dan remaja yang tidak diajarkan di pendidikan formal, seperti pola asuh, tata krama, kedekatan, dan sebagainya. Jadi saya juga mengajak ibu-bapak di sini agar meluangkan waktu untuk berkomunikasi dengan anak-anak kita yang kelak akan menjaga kita ketika kita memasuki usia lanjut,” tambah Berli.

Pada peringatan tersebut, anak-anak diajak untuk melakukan senam, tes kebugaran jasmani, lomba permainan tradisional, serta melakukan pertunjukan bakat. Selain itu, para orang tua yang hadir mendapatkan edukasi seputar pola asuh melalui parenting “Menyiapkan Remaja Tangguh Menghadapi Perubahan Dunia”.

Acara tersebut dihadiri juga oleh Kepala Dinkes Kota Bandung, Rita Verita dan jajarannya, Kepala DPKP3 Kota Bandung, dan Camat Arcamanik.

(Humas Dinas Kesehatan Kota Bandung)