Sambut HKN Ke-56, Dinkes Kampanye 3M dengan Berbagi Masker


Dalam rangka menyambut Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-56 akan jatuh pada 12 September, Dinas Kesehatan Kota Bandung kembali mengajak masyarakat untuk menjalankan 3M, yakni disiplin menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, dan menjaga jarak, Selasa (10/11/2020). Sesuai dengan tema HKN Ke-56 “Satukan Tekad Menuju Indonesia Sehat,” Kampanye 3M yang gencar dilakukan di berbagai titik, baik di tingkat dinas maupun Puskesmas menjadi agenda utama Dinas Kesehatan Kota Bandung saat ini.

Kampanye yang dilakukan sejak awal November 2020 ini mencakup sosialisasi melalui iklan, media massa, media sosial, serta pembagian masker kain, khususnya di wilayah padat penduduk. Beberapa titik yang menjadi lokasi Kampanye 3M ini di antaranya Kelurahan Malabar dan Kelurahan Cijawura. Sebelumnya, titik-titik berkumpul warga, seperti di Terminal Cicaheum, Ledeng, Tegalega, Leuwi Panjang, dan Terminal Stasiun Bandung menjadi lokasi kampanye ini.

Tercatat sebanyak 13.522 buah masker akan dibagikan oleh dinas dari lintas sektor untuk didistribusikan di lingkungan kerjanya serta 135.206 buah masker dibagikan kepada masyarakat melalui Puskesmas se-Kota Bandung. Pembagian tersebut akan dilakukan serentak selama 12 November sampai 1 Desember 2020.

“Kami tidak lelah untuk mengajak warga agar terbiasa dengan AKB dan membiasakan diri dengan 3M. Kalau sudah terbiasa maka 3M tidak akan sulit untuk dilakukan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Rita Verita.

Rita menjelaskan meski saat ini mayoritas masyarakat Kota Bandung sudah tertib memakai masker, penggunaan masker yang benar harus diterapkan yakni agar masker menutup hidung, mulut, dan dagu. Selain itu, warga juga diminta untuk menjaga jarak minimal 1 meter ketika berinteraksi agar percikan ludah saat berbicara tidak sampai ke orang lain.

Rita pun turut membagikan masker ke warga sekitar serta memberikan penjelasan bahwa saat ini Kota Bandung berada di zona oranye. Oleh sebab itu, pemerintah dan masyarakat harus berusaha mempertahankan agar Kota Bandung tidak masuk ke zona yang lebih parah, bahkan kalau bisa masuk zona yang lebih aman.

“Ini harus kita biasakan karena 3M sesungguhnya sudah sering kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Tinggal menggunakan masker harus benar, mencuci tangan harus di air mengalir dan pakai sabun, serta menjaga jarak minimal 1 meter,” tambah Rita.

Camat Buah Batu, Edi Juhaedi menyebutkan bahwa upaya sosialisasi 3M di wilayah bukanlah yang pertama, melainkan sudah didahului dengan perencanaan melalui Lokmin bersama UPT Puskesmas Margahayu Raya dan UPT Puskesmas Sekejati.

“Kami akan mendukung apapun yang diperlukan untuk menjaga kesehatan warga. Sampai hari ini, di Kecamatan Buah Batu ada 2 yang positif. Satu orang warga Cijawura dan satu orang lagi warga Margacinta,” tambahnya.

Edi berharap melalui kampanye ini, semua warga khususnya tenaga kesehatan diberikan kesehatan dan terhindar dari penyakit ini.

“Terkait 3M kami sudah memberikan sosialisasi di media sosial, juga mengarahkan kader kesehatan untuk menyosialisasikan 3M sehingga tidak ada lagi warga yang tidak menggunakan masker atau berkerumun karena saat ini Covid-19 belum ada obatnya,” pungkasnya.

(Humas Dinas Kesehatan Kota Bandung)