WASPADA ASMA, DINKES GENCAR TERAPKAN PROGRAM “HEALTHY LUNG”


Kasus asma di Kota Bandung mengalami peningkatan setiap tahun. Berdasarkan data SIJUARA Dinas Kesehatan Kota Bandung tercatat pada 2017 terjadi 8.333 kasus dan meningkat menjadi 12.332 kasus pada tahun 2018, bahkan sampai Mei 2019 tercatat sudah ada 5.406 kasus asma di Kota Bandung. Jumlah tersebut membuat penyakit asma menduduki peringkat ketiga tertinggi kategori penyakit tidak menular setelah hipertensi dan diabetes mellitus.

 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Rita Verita mendukung upaya pencegahan dan pengendalian penyakit asma melalui program “Healthy Lung” bekerja sama dengan Kemenkes RI, Project Hope, dan Astra Zeneca. Rita menyampaikan hal tersebut dalam sambutannya ketika membuka Pertemuan Antar Pemangku Kebijakan terkait Pencegahan dan Pengendalian Asma, Kamis (11/07/2019) di Hotel Santika Bandung yang dihadiri oleh perwakilan lintas sektor dan organisasi profesi, di antaranya rumah sakit, puskesmas, BPJS, IPKKI, Bapellitbang, dan Dinkes Provinsi Jawa Barat.

 

“Penyakit tidak menular sudah harus mulai mendapatkan perhatian yang sangat tinggi, khususnya penyakit asma. Kota Bandung dipilih oleh Kemenkes RI untuk menjadi lokasi pilot project dalam hal manajemen penanganan penyakit asma melalui program -Healthy Lung- yang dilakukan di 20 puskesmas di Kota Bandung,” jelas Rita.

 

Program “Healthy Lung” ini diharapkan dapat mengurangi jumlah rujukan pasien ke rumah sakit sehingga dapat mengurangi beban pembiayaan pengobatan oleh negara. Selain itu, program ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap penyakit asma.

 

“Kami juga berharap pertemuan ini dapat membahas cara untuk meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan dalam penanganan penyakit asma serta optimalisasi Program Rujuk Balik (PRB) terkait penanganan penyakit asma,” papar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bandung, Rosye Arosdiani yang turut hadir dalam pertemuan tersebut.

 

Meski demikian, Rosye menjelaskan masih terdapat beberapa kendala tata laksana asma yang ditemui dalam penerapan program “Healthy Lung” di 20 puskesmas di Kota Bandung, di antaranya ketersediaan obat pengontrol asma, ketersediaan alat deteksi dini (peak flow meter), serta ketidaktahuan masyarakat bahwa penanganan asma dapat dilakukan di Puskesmas.

 

“Ini merupakan tanggung jawab kita bersama untuk menekan kasus asma di Kota Bandung sehingga kami memohon dukungan dari semua pemangku kebijakan yang terkait pencegahan dan pengendalian asma,” kata Rosye.

 

Pertemuan tersebut menghasilkan beberapa rencana tindak lanjut, di antaranya penyediaan obat asma di fasilitas kesehatan tingkat pertama dan apotek PRB, penerapan senam asma di beberapa titik fasilitas kesehatan, melakukan penyuluhan mengenai asma di dalam dan di luar puskesmas melalui berbagai media, seperti media massa cetak dan elektronik, serta mengoptimalisasi PRB di apotek dan puskesmas terkait.

 

(Humas Dinas Kesehatan Kota Bandung)